Pancor (FKIP) – Sebagai LPTK, FKIP Universitas Hamzanwadi terus berbenah memperbaiki diri. Salah satu strategi yang dilakukan adalah memperluas hubungan dengan sebanyak mungkin pihak terkait. Untuk merealisasikan hal tersebut, FKIP menandatangani MoU di bidang pendidikan dengan 92 sekolah/madrasah pada Selasa (10/10/17) yang bertempat di Auditorium Sitti Rauhun Universitas Hamzanwadi.

Dekan FKIP, Abdullah Muzakkar, M.Si. dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan langkah awal untuk membangun sinergisitas antara FKIP Universitas Hamzanwadi dengan stake holders, termasuk sekolah dan madrasah. Dekan FKIP juga mengatakan pertemuan ini bisa juga digunakan untuk mendiskusikan dan mengevaluasi pelaksanaan Magang yang telah usai beberapa hari lalu.

“Selain tanda tangan MoU, sekolah juga bisa memberikan masukan dan catatan tentang pelaksanaan Magang sehingga kami bisa berbenah dan memperbaiki diri,” ungkapnya. “Kami sadar akan selalu ada kekurangan, apakah dari DPM sebagai ujung tombak kami atau mahasiswa.” Dengan adanya Magang dan KKN Kependidikan saat ini (baca: berita pembukaan pendaftaran Magang dan KKN Kependidikan), sktruktur Magang juga berubah sehingga tidak ada lagi Magang I, Magang II, dan Magang III. “Semua dilebur menjadi Magang saja,” tandas Muzakkar.

Tanggapan pun diberikan oleh perwakilan sekolah-sekolah yang hadir. Tanggapan positif disampaikan oleh M. Suhri dari SMAN 1 Masbagik. “Alhamdulillah, Magang saat ini sangat bagus,” kata Suhri. Tanggapan serupa juga muncul dari M. Kasman dari SMK Birrul Walidain NW, Pengengat, Pujut, Lombok Tengah. “Proses pelaksanaannya positif, baik di sekolah maupun di masyarakat,” ungkapnya. Ditambahkannya, mahasiswa bisa berkolaborasi dengan sekolah dan masyarakat dan mudah dalam bersosialisasi. Banyak program kerja yang dilaksanakan di sekolah dan di desa. “Kami merasa terbantu, baik kepala sekolah atau guru-guru,” ujarnya.

Selain tanggapan positif, muncul pula tanggapan negatif dari sekolah. “Menurut kami di MA NW Kotaraja, Magang mengalami kemunduran, terutama pada aspek disiplin dan bidang akademik,” kata H. Abdul Mujib, Kepala MA NW Kotaraja. Selain itu, kritik dan masukan utamanya menyangkut masalah teknis, seperti kelengkapan pembelajaran, RPP, pemahaman atas kurikulum, dan kedisiplinan.

Koordinasi PT dan Sekolah

Dalam kesempatan tersebut, turut hadir Wakil Rektor I, Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum. menyampaikan arahan. Menurutnya, pertemuan hari ini merupakan sesuatu yang baik untuk berkoordinasi dalam rangka pengembangan pendidikan. Lebih jauh, Khirjan menegaskan koordinasi ini sesuai dengan amanat Kurikulum KKNI di Universitas Hamzanwadi. “Kami (Universitas Hamzanwadi, red.) diwajibkan oleh Permenristekdikti No. 49 Tahun 2014 untuk berkoordinasi dengan lembaga-lembaga lain sesuai dengan acuan kurikulum KKNI yang kami laksanakan.”

“Pertemuan ini penting untuk menyesuaikan dan memperoleh informasi secara komprehensif dari sekolah agar sinergisitas bisa terjadi. Secara kelembagaan, kami memiliki kepentingan atas masukan Bapak/Ibu. Masalah-masalah terkait pembelajaran di sekolah bisa difasilitasi penyelesaiannya oleh perguruan tinggi.”

Adapun 92 sekolah dan madrasah ini adalah sekolah yang menjadi lokasi Magang dan KKN Kependidikan FKIP Universitas Hamzanwadi tahun ini. Sekolah dan madrasah ini berasal dari dua kabupaten, dengan rincian 70 sekolah berasal dari Kabupaten Lombok Timur dan 22 sisanya berasal dari Kabupaten Lombok Tengah. Lebih rinci lagi, sekolah-sekolah mitra kerja sama FKIP ini merupakan sekolah pada jenjang pendidikan TK/PAUD sampai tingkat SMA/MA/SMK. Khirjan menyatakan ke depannya pelaksanaan Magang dan KKN akan menjangkau wilayah yang lebih luas lagi sampai ke seluruh wilayah NTB. (*)