Berawal dari stagnasi yang dialami oleh jurnal-jurnal yang dikelola di tingkat fakultas, FKIP Universitas Hamzanwadi menginisiasi terbentuknya forum pengelola jurnal di lingkungan fakultas tersebut. Forum yang diselenggarakan di Ruang Sidang FKIP ini dibentuk pada Selasa, (3/4/2018) dan dihajatkan sebagai ajang berbagi dan menguatkan antarpengelola jurnal untuk mencapai tatakelola jurnal yang baik.

 

Sesuai dengan agenda dalam undangan yang disebarkan beberapa hari lalu, pertemuan ini mengelaborasi dan mendiskusikan tentang permasalahan para pengelola jurnal, penguatan, dan penyusunan rencana strategis pengelola jurnal ke depan. Terkait kendala, sejumlah pengelola jurnal mengeluhkan fasilitas yang minim bagi pengelola jurnal, utamanya jaringan internet yang kurang dan ketiadaan ruang kerja bersama. Ini disampaikan oleh Badrul Wajdi, M.Pd., pengelola jurnal Kappa dari program studi Pendidikan Fisika. Menurut Wajdi, pengelolaan jurnal membutuhkan tempat kerja khusus yang bisa dijadikan sebagai tempat bekerja sekaligus tempat berkumpul dan berdiskusi membahas jurnal masing-masing. Ide ini dikuatkan oleh Dr. Marhamah, M.Pd. selaku pengelola jurnal Cocos Bio. Ia mengimbuhkan bahwa kendala jaringan internet menyebabkan kerja pengelola jurnal menjadi terhambat. Sebab, saat ini, jurnal mesti dikelola secara daring (online). Masalah-masalah lain yang muncul dalam diskusi ini adalah tentang pemahaman tatakelola jurnal yang baik, kendala-kendala teknis seputar penulis, mitra bestari, tim redaksi, maupun manajemen bisnis jurnal.

Wakil Rektor I, Dr. H. Khirjan Nahdi, M.Hum. mendukung terlaksananya forum ini. Meski tidak lama hadir dalam diskusi tersebut, ia sempat menitipkan pesan bahwa kunci untuk mengelola jurnal adalah fokus. Ia mencontohkan jurnal Elemen yang dikelola oleh Program Studi Pendidikan Matematika sebagai model dan berharap jurnal-jurnal lain bisa mengikuti jejak jurnal Elemen yang tahun ini mendapatkan hibah BTBI dari Kemenristekdikti.

Dekan FKIP, Abdullah Muzakkar, M.Si. yang turut hadir dalam forum ini sangat mengharapkan masalah yang dihadapi oleh pengelola jurnal tidak disimpan sendiri, tetapi dikeluarkan agar para pemegang kebijakan di Fakultas dan Universitas mengetahui permasalahan tersebut. “Untuk permasalahan yang bersifat teknis, bisa didiskusikan oleh sesama pengelola jurnal di bawah koordinasi Educatio, tetapi untuk permasalahan yang bersifat garis-garis kebijakan silakan disampaikan dan kita akan dorong agar kebutuhan teman-teman pengelola jurnal bisa terpenuhi,” tegasnya.

Meskipun banyak membicarakan berbagai permasalahan, para pengelola jurnal bersepakat untuk menjadikan forum ini sebagai ruang untuk berdiskusi dan berbagi pengetahuan sehingga jurnal-jurnal di Universitas Hamzanwadi, khususnya yang berada di bawah binaan FKIP dapat memenuhi standar tatakelola jurnal yang baik. Forum ini diyakini akan terus berlanjut dengan agenda penyeragaman arah tatakelola jurnal dengan model diskusi masalah dan praktik pemecahannya.

Terselenggaranya forum ini juga tidak lepas dari dukungan Pusat Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Publikasi (P3MP) Universitas Hamzanwadi dan Relawan Jurnal Indonesia (RJI) NTB yang diwakilkan oleh Muh. Ardian kurniawan sebagai tutor. Kerja-kerja kolaboratif seperti ini sangat diharapkan untuk mendorong dan mengembangkan kapasitas pengelola jurnal ke depannya. (*)